Membuat Tersenyum Atas Tangkapan Ikan Melimpah Bantuan Aplikasi

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak sekali kelebihan didalamnya. Berbicara bukti sudah banyak sekali bukti yang dapat dilihat oleh mata telanjang masyarakat yang mengatakan bahwa Negara Indonesia memiliki banyak kelebihan. Bahkan kelebihan yang dimiliki oleh negara Indonesia membuat negara Indonesia memiliki sebuah julukan yang diberikan oleh masyarakat luas kepadanya. Dimana julukan tersebut bernama atau dikenal dengan sebuah nama yaitu Negara Maritim.

Bisa diartikan bahwa Negara Maritim merupakan sebuah negara yang memiliki luas wilayahnya lebih didominasi oleh lautan dibandingkan wilayah datarannya. Negara Indonesia merupakan negara yang didominasi oleh lautan bahkan menurut beberapa informasi yang beredar luas wilayah lautan negara Indonesia sebesar 2/3 dari luas wilayahnya. Tentunya dari didominasinya luas wilayah lautan berpengaruh pada kehidupan masyarakat khususnya pada mata pencarian.

Walaupun Negara Indonesia dikenal dengan sebuah julukan negara agraris yang dibuktikan dengan banyaknya masyarakat memilih menjadi petani. Tetapi tidak semua masyarakat memilih untuk bertani tetapi ada juga masyarakat yang sebagian besar memilih menjadi nelayan. Dimana masyarakat yang memilih menjadi nelayan merupakan masyarakat yang tinggalnya berada di daerah bibir pantai.

Cara Nelayan Memancing

Pada umumnya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan akan menangkap ikan di laut menggunakan perahu-perahu kecil. Perahu-perahu kecil tersebut pada masyarakat dikenal dengan sebuah nama yaitu jukung. Jukung atau bisa disebt dengan cadik dikenal akan sebuah perahu kecil yang memiliki cadik kayu berasa dari negara Indonesia. Agar dapat melakukan kegiatan menangkap ikan di laut tentunya jukung ini dilengkapi dengan berbagai macam alat lainnya seperti jaring. Jaring-jaring ini akan dilepaskan kedalam laut sambil nelayan lain menggiring para ikan yang ada di laut untuk dapat masuk kedalam jaring tersebut. Ketika sudah dirasa cukup lama jaring dilepaskan kedalam laut kemudian para nelayan akan mengangkat jaring tersebut serta memanen hasil tangkapan ikan tersebut.

Tantangan Dalam Memancing Ikan Bagi Nelayan

Walaupun sudah dilakukan selama beberapa generasi dari nenek moyang tetapi tetap saja kegiatan memancing dengan mengkombinasikan jukung ditambah dengan jaring masih tetap digunakan sampai saat ini. Ternyata kegaitan memancing dengan mengkombinasikan jakung ditambah jaring memiliki berbagai macam tantangan yang muncul terlihat bagi para nelayan. Berikut ini adalah beberapa tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dalam menangkap ikan di laut yaitu:

  1. Pencurian ikan oleh nelayan negara lain atau biasa disebut dengan illegal fishing. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merupakan pihak yang akan menindak berbagai macam perilaku illegal fishing yang termasuk kedalam kegiatan pelanggaran pada bidang kelautan dan perikanan. Maka dari itu disini pihak pemerintah melakukan sebuah penangkapan bagi orang-orang yang melakukan illegal fishing. Di tahun 2021 sudah terjadi penangkapan sebanyak 167 kapal pelaku illegal fishing. Itulah kapal-kapal yang baru bisa ditangkap dibandingkan kapal-kapal yang belum tertangkap dan terbukti melakukan illegal fishing. Tentunya apabila kegiatan illegal fishing terus berlanjut pada masyarakat maka akan menurunkan ikan yang dapat ditangkap oleh para nelayan dari negara Indonesia karena ikan sudah ditangkap lebih dahulu dari kegiatan illegal fishing.
  2. Teknologi yang digunakan sudah tertinggal jauh. Teknologi yang digunakan oleh para nelayan dimasyarakat negara Indonesia dengan menggunakan jakung yang dikombinasikan oleh alat-alat memancing seperti jaring. Sedangkan di negara lain yang memiliki profesi sama yaitu nelayan sudah dapat mengkombinasikan kegiatan menangkap ikan di laut. Dengan sudah ada kombinasi teknologi tersebut pastinya para nelayan dari negara lain tersebut dapat lebih banyak peluang menangkap ikan dibandingkan yang hanya menggunakan teknologi tradisional.
  3. Cuaca yang tidak bisa diprediksi. Pada nelayan yang ada di negara Indonesia masih mengandalkan faktor cuaca dalam memancing. Bahkan jadi atau tidaknya seseorang akan memancing ikan dilaut dilihat dari baik buruknya cuaca saat itu. Memang tidak ada salahnya mau melakukan kegiatan memancing memerhatikan cuaca sehingga tidak terjadi kecelakaan kerja saat memancing. Tetapi apabila seseorang nelayan tidak melakukan kegiatan memancing maka seseorang tidak dapat menghidupi kehidupan sehari-harinya.
  4. Masih mengandalkan insting dalam mencari lokasi ikan berada. Tentunya kita sebagai masyarakat mengetahui bahwa luas lautan sangatlah luas. Kondisi luas tersebut ternyata tidak semua tempat yang ada di laut itu merupakan tempat yang menyimpan banyak sekali ikan-ikan didalamnya. Sehingga mau tidak mau apabila mau mendapatkan hasil tangkapan ikan yang lebih banyak maka para nelayan harus mengetahui lebih dahulu akan tempat ikan berada pada laut. Untuk menemukan lokasi ikan dilaut biasanya para nelayan masih mengandalkan insting yang didapatkan dari waktu lamanya seseorang pelayan tersebut melakukan penangkapan ikan di luat. Karena masih mengandalkan insting dan waktu lamanya pengalaman seseorang membuat banyak sekali sisi kesalahan dalam menentukan lokasi laut yang banyak ikannya.

Pada dasarnya ada banyak sekali tantangan yang akan dihadapi oleh para nelayan dalam menangkap ikan diluat tetapi salah satunya telah dipaparkan diatas. Semua tantangan yang ada tersebut saling berkolaborasi memberikan dampak yang pada sedikit atau besarnya ikan yang ditangkap pada hari tersebut. Tentunya hal tersebut harus dapat diselesaikan secara efektif agar merubah kehidupan para nelayan menjadi lebih baik lagi.

Arah Perubahan Dari Generasi Muda

Ya, berbicara mengenai perubahan atas sebuah masalah yang ada didalam masyarakat biasanya dimunculkan solusinya dari para anak mudanya didalam negara tersebut. Anak muda didalam suatu negara bisa dikatakan sebagai pihak agent of change. Sehingga apabila sebuah negara ingin membuat sebuah gebrakan perubahan terhadap masalah yang ada didalam masyarakat pastinya solusi tersebut akan lahir pada anak mudanya. Salah satu anak muda yang memberikan sebuah gebrakan solusi akan masalah yang dihadapi oleh nelayan dilakukan oleh seseorang anak muda yang bernama I Gede Merta Yoga Pratama.

I Gede Merta Yoga Pratama merupakan seseorang anak muda yang berasal dari negara Indonesia. Tempat tanggal hari dari seseorang yang bernama I Gede Metra Yoga Pratama berasal dari Gobleg, 23 September 1996. I Gede Merta Yoga Pratama sudah sejak berada di bangku SMP mulai menyukai ilmu alam seperti Geografi dan Geologi. Buktinya pada tahun 2013 I Gede Merta Yoga Pratama sempat menyabet sebuah juara olimpiade nasional Geografi yang diselenggarakan di Universitas Negeri Malang.

Pada awal-awalnya I Gede Merta Yoga Pratama tidak pernah ada sebuah niatan untuk dapat menempuh pendidikan dibangku kuliah dengan Jurusan Ilmu Kelautan. Alasan tidak ada niatan tersebut karena pada saat itu I Gede Merta Yoga Pratama memiliki keinginan untuk menempuh cita-cita dibangku perkuliahan dengan jurusan yang berkaitan dengan dunia perminyakan atau pertambangan. Tetapi ketika sudah mendaftar didalam jurusan yang berkaitan dengan dunia perminyakan atau pertambangan I Gede Merta Yoga Pratama tidak diterima. Atas saran dari kakeknya tersebut I Gede Merta Yoga Pratama akhirnya masuk serta menjadi mahasiswa dengan Jurusan Ilmu Kelautan. Akhirnya I Gede Merta Yoga Pratama memilih dan mengambil Jurusan Ilmu Kelautan yang berada di Universitas Udayana, Bali.

Di awal-awal kuliah Jurusan Ilmu Kelautan tentunya karena tidak sesuai keinginan pastinya akan timbul sebuah perasaan malas. I Gede Merta Yoga Pratama juag mengaku malas dan jarang masuk kelas. Akibat perilaku tersebut membuat I Gede Merta Yoga Pratama menjadi perbincangan serta diremehkan teman-temannya. Diujungnya maka teman-temannya pun mulai merasa tidak mau menjadi satu kelompok karena I Gede Merta Yoga Pratama jarang masuk sehingga menganggu kelompok tersebut dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Tidak mau kurang baik tersebut terus bersarang akhirnya I Gede Merta Yoga Pratama mulai berubah. Perubahan yang dilakukan bisa terlihat jelas dari mulai rajin kuliah serta mencintai jurusannya. Dari perubahan yang dilakukan tersebut ternyata memberikan dampak positif dimana dampak positif tersebut adalah lahirlah aplikasi Fish Go. I Gede Merta Yoga Pratama bersama teman-temannya menciptakan sebuah aplikasi yang bernama Fish Go. Kini timbul kembali sebuah pertanyaan yaitu:

Apa Itu Aplikasi Fish Go???

Hah, aplikasi Fish Go. Fish artinya ikan dan Go artinya pergi. Jadi kalau disatukan arti dari kata Fish Go adalah pergi ikan atau ikan pergi. Mungkin banyak dari para pembaca atau bahkan penulis pertama kali akan memiliki pemahaman demikian jika dilihat dari arti kata “Fish Go”. Dari pada salah dalam memahami akan aplikasi Fish Go alangkah baiknya jika melihat video dibahwa ini terlebih dahulu sebelum membahas lebih jauh mengenai aplikasi Fish Go. Berikut ini adalah video yang dapat dilihat terlebih dahulu oleh para pembaca agar memahami secara garis besar mengenai aplikasi Fish Go yaitu:

Setelah melihat video diatas tentunya disini penulis dapat menarik sebuah benang merahnya dari aplikasi Fish Go. Bisa diartikan bahwa aplikasi Fish Go merupakan salah satu aplikasi berbasis Andoid yang dikembangkan oleh I Gede Merta Yoga Pratama berserta teman-temannya untuk para nelayan yang ada di seluruh negara Indonesia. Selain dapat membantu para nelayan dalam mencari ikan dilaut aplikasi Fish Go juga dapat memetakan 3 jenis ikan yaitu ikan Lemuru, Tuna, dan PPDPI.

Kondisi Nelayan Terjadi Secara Langsung Pada Masyarakat

I Gede Merta Yoga Pratama memaparkan bahwa munculnya aplikasi Fish Go bersumber dari keresahan yang dirasakan oleh para nelayan di negara Indonesia khususnya nelayan yang berada di wilayah Bali. Negara Indonesia dikenal akan sumber daya alam khususnya laut tetapi kenyataan di masyarakat berkata sebaliknya. Berdasarkan data statistik yang diberikan oleh Badan Pusat Stastik (BPS) mengatakan bahwa 20% masyarakat yang kurang mampu di negara Indonesia memiliki mata pencarian sebagai nelayan. Tentunya kondisi tersebut merupakan sebuah peristiwa yang cukup ironi. Dikarenakan sumber daya alam yang 2/3 lautan ternyata menyimpan sebuah sebuah permasalan atas kemiskinan yang dirasakan oleh para nelayan. Padahal secara teori seharusnya luasnya kondisi laut di negara Indonesia dapat menyelesaikan masalah kemiskinan yang dihadapi oleh para nelayan akibat jumlah tangkapan ikan yang banyak.

Nelayan-nelayan tradisional sudah dipastikan bekerja kerasnya bukan main. Kerja keras tersebut bisa terlihat dari waktu berangkat bekerja yang dilakukan. Biasanya para nelayan berangkat melaut di sore hari serta pulang di waktu pagi hari. Walaupun sudah berkorban seharian di tengah-tengah laut terkadang hasil yang didapatkan tidak sebanding dengan waktu yang telah dikorbankan. Bahkan dibeberapa kali yang dirasakan oleh para nelayan hasil tangkapan yang didapat hanya bisa dibelanjakan untuk keperluan makan sehari-hari tanpa bisa membeli berbagai macam keperluan lainnya. Padahal kebutuhan hidup dari waktu ke waktu selalu berbagai harga kebutuhan sehari-hari mengalami peningkatan akibat beberapa faktor. Dengan kondisi demikian semakin sulit lagi para nelayan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan tersebut.

Ide Tidak Ingin Hanya Berakhir Dalam Sebuah Kertas Karya Tulisan

Di tahun 2015 I Gede Merta Yoga Pratama serta teman-temannya melakukan sebuah kegiatan magang. Magang yang dilakukan terjadi di Balai Penelitian dan Observasi Laut yang berada di Jembrana, Bali. Balai tersebut berada dibawah secara langsung di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dari kegiatan magang tersebut ternyata membuat I Gede Merta Yoga Pratama dan teman-temannya mengenalkan tentang sebuah metode penggunaan citra satelit atau penginderaan jarak jauh untuk dapat memetakan sebaran ekosistem di perairan. Hal tersebut nyatanya membuat I Gede Merta Yoga Pratama beserta teman magangnya menjadi tertarik dengan metode pemetaan sumber daya perikanan.

Setelah selesai magang yang dilakukan pada Balai Penelitian dan Observasi Laut tersebut pihak I Gede Merta Yoga Pratama akan membuat sebuah karya tulis. Tentunya hal yang biasa bagi para mahasiswa ketika sudah selesai kegiatan magang akan diakhiri oleh sebuah karya tulis. Dimana karya tulis tersebut akan memaparkan berbagai macam kegiatan yang dilakukan mahasiswa tersebut. Seperti pada umumnya pula biasanya hasil karya tulisan yang dibuat biasanya hasil akhirnya akan hanya menjadi bentuk laporan yang hanya akan dipajang diperpustakaan didalam tempat pendidikan mahasiswa tersebut. Kini hal tersebut tidak terjadi pada I Gede Merta Yoga Pratama kini ia ingin hasil karya tulisan dari magang tersebut tidak berakhir di pajang dalam perpusatakaan. I Gede Merta Yoga Pratama menginginkan karya tulis dari hasil magang tersebut dapat benar-benar direalisasikan serta memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat terutama bagi para nelayan.

Ide yang muncul dari I Gede Merta Yoga Pratama tersebut dibarengi akan sebuah moment munculnya sebuah permainan yang menyedot perhatian banyak masyarakat. Dimana nama permainan tersebut adalah Pokemon Go. Masih ingatkah kita pada moment-moment tersebut muncul dimana berbagai macam media banyak sekali yang membahas mengenai Pokemon Go. Secara sederhana permainan Pokemon Go merupakan sebuah permainan menangkan sebuah monster pokemon yang lokasi tersebut sudah disetting lokasinya secara virtual. I Gede Merta Yogga Pratama memiliki sebuah ide bahwa konsep dasar dari permainan Pokemon Go terhadap masalah dalam mencari titik-titik lokasi ikan berada di laut. Dari hal tersebutlah kini lahir sebuah aplikasi yang bernama Fish Go.

Ide utama dari aplikasi Fish Go adalah memprediksi akan titik-titik lokasi ikan yang berkumpul. Titik lokasi tersebut didapat dari ilmu hasil magang serta dikombinasikan dengan permainan Pokemon Go serta beberapa data lainnya seperti citra satelit yang didapatkan daari data karakteristik ikan sehingga dapat menentukan titik potensi yang ada ikannya. Metode dasar dari aplikasi Fish Go adalah mengumpulkan data koordinat nelayan akan penebaran jaring dan Tarik jaring. Data yang berasal dari lapangan ini juga termasuk dalam jenis ikan dan kondisi perairan. Dari hal tersebut dapat diketahui gambaran jenis ikan dan kondisi fisiologi atau lokasi yang nyaman untuk ikan dan lokasi ikan mencari makan. Data-data yag telah dikumpulkan melalui sebuah hasil riset lapangan bersama para nelayan tersebut akan dipadukan oleh data satelit yang dibuat oleh pihak Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) Ocean Color.

Data itu juga didapatkan setiap harinya dikarenakan sifat sumber terbuka (open source). Dimana data-data tersebut akan berisikan kualitas air, suhu, aus, dan lain-lain. Sehingga ketika membaca data dari satelit maka secara tidak langsung dapat pula menentukan lokasi ikan yang berkumpul dapat diprediksi. Lokasi prediksi dipaparkan dengan sebuah koordinat yang selanjutnya dapat dibaca dengan mudah oleh para nelayan di laut ketika memancing.

Pada awal-awal ketika masih dalam pengembangan untuk mendapatkan informasi lokasi potensi ikan berkumpul diakses melalui sebuah situs. Ternyata penerapan situs tersebut bisa dikatakn tidak cukup mudah. Apalagi seseorang nelayan harus mencocokan data koordinat dengan sebuah peta. Hal tersebut tentunya tidak mudah apalagi kegiatan tersebut dilakukan diatas laut yang airnya tidak bisa tenang. Sehingga dari yang awalnya diakses melalui sebuah situs kini para nelayan dapat mengakses melalui sebuah aplikasi yang dapat diakses dengan mudahnya.

Bersama dengan timnya I Gede Merta Yoga Pratama akhirnya karya tulisan yang telah dibuat tersebut mampu memenangkan sebuah kegiatan. Dimana kegiatan kemenangan tersebut diadakan oleh Inovation Festival yang diadakan oleh sebuah Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Badung yang diadakan pada tahun 2017. Dari kemenangan hal tersebut ditambah kemenangan lainnya membuat dana dari aplikasi Fish Go tersebut menjadi lebih besar seperti membuat purwarrupa. Tidak hanya perkembangan dari hal tersebut tetapi dari hal lain khususnya dari sumber daya manusia yang terlibat. Awalnya mungkin beberapa orang yang terlibat tetapi kini sudah mulai banyak orang yang terlibat didalam kegiatan dari aplikasi Fish Go.

Kondisi Cuaca, Lokasi Ikan, Dan Layanan Darurat (SOS)

Didalam kegiatan memancing yang dilakukan oleh para nelayan pastinya akan melibatkan sisi cuaca. Bahkan terkadang ketika cuaca tidak kurang bagus para nelayan tidak melaut. Tetapi nyatanya masih ada beberapa para nelayan yang memaksa untuk tetap melaut pastinya berpotensi akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Ada banyak sekali hal-hal yang tidak diinginkan tersebut seperti perahu terbalik, hantaman obak yang besar, sampai terombang ambingnya para nelayan ditengah laut. Tentunya hal-hal tersebut bisa membahayakan para nelayan. Maka dari itu disini didalam layanan aplikasi Fish Go dibutuhkan sebuah layanan keselamatan.

Didalam aplikasi Fish Go ada banyak sekali fitur-fitur yang disediakan. Dimana salah satu fitur tersebut yang ada didalam aplikasi Fish Go adalah kondisi cuaca, wilayah potensial penangkan, rute penangkan, waktu terbaik, sampai layanan darurat atau biasa disebut dengan SOS. Dari semua layanan tersebut layanan darurat atau SOS merupakan layanan yang bermanfaat bagi para nelayan ketika mendapatkan hal terduga ditengah-tengah laut. Ketika para nelayan tersebut mengklik layanan darurat atau SOS pada aplikasi Fish Go data tersebut akan dikirim ke tim penyelamat seperti Basarnas. Dari data yang dikirim tersebut pihak Basarna dapat memiliki data pencarian seseorang nelayan yang membutuhkan bantuan serta dapat memcencanakan sejauh apa jarak pencarian seseorang nelayan tersebut agar mudah diberikan pertolongan.

Tidak hanya itu didalam aplikasi Fish Go juga dapat memprediksi akan titik-titik lokasi koordinat dari ikan yang berkumpul. Ketika nelayan sudah mengetahui titik-titik lokasi koordinat maka nelayan tinggal menuju titik tersebut sesuai dengan apa yang ada didalam aplikasi tersebut. Setelah itu para nelayan dapat mengitung estimasi jarak tempuh dan waktu penangkapan terbaik. Sehingga dengan hal tersebut setidaknya peluang para nelayan mendapatkan ikan hasil tangkapan menjadi lebih besar. Pastinya tidak dapat 100% akurat bahwa dengan adanya aplikasi Fish Go para nelayan dapat benar-benar mendapatkan hasil ikan yang banyak. Tetapi harapannya dengan adanya aplikasi Fish Go para nelayan dapat lebih mendapatkan banyak ikan dibandingkan hanya menggunakan metode tradisional yang biasa dilakukan oleh para nelayan dahulu.

Meyakinkan Nelayan Untuk Menggunakan Fish Go

Disini pihak dari Fish Go khususnya dari I Gede Merta Yoga Pratama akan mengubah aktifitas masyarakat nelayan yang sudah mendarah daging dari zaman dahulu. Dengan perubahan tersebut pastinya banyak sekali masyarakat yang berprofesi nelayan menonak. Tolak A, tolak B, sampai tolakan C pastinya akan dihadapi oleh pihak Fish Go ketika memaparkan kepada para nelayan untuk mau mencoba aplikasi Fish Go ketika memancing di laut.

Apalagi saat itu banyak masyarakat yang berpofesi sebagai nelayan yang sudah nyaman menggunakan metode turun-temurun yang digunakan. Harus diakui terlebih dahulu tidak ada yang salah dengan penggunaan metode tradisional. Tetapi kini seperti yang kita ketahui bahwa cuaca mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi pada cuaca tersebut tentunya membuat perubahan titik-titik koordinasi ikan berada. Agar tetap dapat menghasilkan hasil ikan tangkapan di laut dibutuhkan aplikasi Fish Go.

Untuk dapat benar-benar menyakinkan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan disini pihak Fish Go melakukan berbagai macam sosialisasi. Dimana salah satu kegiatan sosialisasi yang dilakukan Fish Go seperti terjadi pada Kantor Desa Canggu. Kegiatan sosialisasi yang terjadi pada Kantor Desa Canggu dilaksanakan pada tanggal 30 November 2020. Pada kegiatan tersebut juga diikuti oleh beberapa Kelompok Nelayan Merta Segara. Kegiatan sosialisasi tersebut dipimpin oleh Kepala Subbid Pengembangan Wilayah, Fisik, dan Prasarana Balitbang Kabupaten Bandung serta dihadiri oleh pihak lain seperti Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Dinas Perikanan Badung.

Penerapan Nyata Aplikasi Fish Go Dari Kisah Nelayan

Jro Mangku Made Tina (47) dilihat-lihat sedang mengutak-atik ponsel pintar yang dikalungkan pada lehernya pada Minggu (20/12/2020) sore. Ketika itu ia sedag memeriksa perkiraan akan cuaca yang ada diperairan selatan Bali yang menjadi tempat ia mau melakukan kegiatan memancing. Ponsel pintar yang dibawa oleh Jro Mangku Mate Tina dibungkus oleh sebuah pelindung air agar terhindar dari sentuhan air ketika berada dilaut. Ponsel pintar tersebut ternyata memberikan berbagai macam informasi dari mulai gelombang tinggi sampai cuaca saat dilaut nanti. Nyatanya ketika membaca cuaca dari ponsel pintar tersebut menunjukan cuaca kurang bersahabat untuk melaut. Hal tersebut didukung oleh angina yang berhembus secar kencang meski langit tampak cerah. Jro Mangku Made Tina memaparkan bahwa aplikasi yang digunakan saat memancing ikan di laut bernama Fish Go yang sudah diunduhnya sejak pertengahan 2019.

Awal mulanya Jro Mangku Made Tina menggunakan aplikasi Fish Go sekitar awal bulan Juli 2019. Pada saat itu ada sejumlah para pemuda yang mendatanginya ketika sedang sibuk-sibuknya menyiapkan jala di jukungnya. Para pemuda tidak hanya mendatanginya tetapi juga menawarkan untuk pergi suatu kemapt ke salah satu titik lokasi yang berada di perairan Pantai Kelan. Respon Jro Mangku Made Tina adalah tidak percaya yang dibalut oleh rasa keraguan. Tetapi para pemuda tersebut terus saja menyakini untuk mendatangi yang dikatakan para pemuda tersebut. Apalagi jika dilihat dari titik yang diinginkan oleh Jro Mangku Made Tina dan para pemuda berbeda. Dimana titik para pemuda berada di barat daya perairan dekat Pura Uluwatu sedangkan Jro Mangku Made Tina memiliki tujuan kea rah selatan.

Saat sampai dititik yang diberikan oleh para pemuda tersebut ternyata berada di pukul 22.00 WITA. Kedua pihak yang ada didalam perahu tersebut ketika sudah sampai dilokasi yang dikatakan para pemuda tersebut langsung menebar jala untuk menangkap ikan. Ketika diangkut tersebut ternyata menimbulkan perasaan kaget karena jaring yang diterbarkan ada banyak sekali ikan didalamnya. Bisa dikatakan berat ikan yang diangkut tersebut hampir 100 kilogram ikan tongkol yang didapatkan. Pastinya perasaan senang dirasakan para nelayan tersebut karena mendapatkan ikan tongkol yang banyak. Padahal biasanya Jro Mangku Made Tina hanya mengantalkan insting dan tanda-tanda alam sehingga hasil tangkapan kurang maksimal.

Cerita yang terjadi oleh Jro Mangku Made Tina sama pula dipaparkan oleh Ketua Kelompok Nelayan Samanjaya Kedonganan, Nyoman Sudiarta. Nyoman Sudiarta mengatakan dengan menggunakan aplikasi Fish Go dapat meningkatkan hasil tangkapan para nelayanan berdasarkan pengalamannya mencari ikan saat berada di kawasan perairan Badung Selatan. Sebelum menggunakan aplikasi Fish Go tangkapan ikan tidak mentu kadang dapat kadang pula tidak.

Kini kelompok nelayan yang tergabung berjumlah 30 orang. Dimana dari 30 orang tersebut 15 orang sudah aktif dalam menggunakan Fish Go. Sudah cukup lama menggunakan aplikasi Fish Go para nelayan tersebut selalu mendapatkan ikan. Sebelum menggunakan aplikasi Fish Go para nelayan biasanya mendapatkan paling banyak ikan seberat 100 kilogram bahkan kosong. Tetapi ketika sudah mengunakan aplikasi Fish Go para nelayan mengdapatkan tangkapan bisa di atas 200 kilogram. Tidak hanya itu dengan adanya aplikasi Fish Go juga nyatanya mengemat waktu dan bensi yang digunakan.

Pada zaman dahulu bahkan sampai sekarang sebelum menggunakan aplikasi Fish Go para nelayan masih mengandalkan membaca cuaca dan insting. Sehingga tidak jarang para nelayan akan akan berputar-putar demi mendapatkan ikan. Hal tersebut tentunya akan mengabiskan waktu dan bensin yang dibutuhkan untuk mencari lokasi ikan dibandingkan menangkap ikan. Waktu yang dibutukan untuk mencari ikan sebelum adanya penggunaan aplikasi Fish Go sebanyak 8 sampai 14 jam. Tetapi dengan menggunakan aplikasi Fish Go para nelayan hanya melaut dengan waktu kurang dari 8 jam. Akibat adanya pemangkasan waktu tersebut pastinya para nelayan dapat mengemat waktu dan bensi yang selalu dihabiskan saat melaut mencari ikan.

Dari contoh yang telah dipaparkan diatas adanya aplikasi Fish Go benar-benar memberikan dampak yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari 3 hal yaitu banyaknya tangkapan ikan, waktu, dan biaya yang dikeluarkan untuk bahan bakar. Dari sisi banyaknya tangkapan ikan sudah dapat dilihat jelas bahwa tanpa adanya aplikasi Fish Go para nelayan mendapatkan paling banyak 100 kilogram atau tidak sedangkan ketika menggunakan aplikasi Fish Go para nelayan mendapatkan bisa diatas 200 kilogram. Dari sisi waktu biasanya untuk melaut dihabiskan sebanyak 8 sampai 14 jam tetapi dengan menggunakan aplikasi Fish Go menjadi membutuhkan waktu 8 jam. Sedangkan dari sisi biaya bahan bakar untuk melaut pastinya lebih sedikit lagi karena tempat atau lokasi titik ikan berada sudah diketahui ketika sudah membuka aplikasi Fish Go.

Penghargaan Atas Dampak Pada Nelayan Dari Aplikasi Fish Go

Atas perubahan besar dari mulai cara menangkap sampai hasil ikan yang didapatkan sehingga diujungnya merubah kehidupan nelayan menjadi lebih baik maka di tahun 2020 pihak aplikasi Fish Go mendapatkan penghargaan. Dimana salah satu penghargaan yang diberikan bernama Anugerah Satu Indonesia Award 2020. Event tersebut bisa dikatakan merupakan event tahunan yang dilakukan oleh Astra International untuk mencari berbagai macam sosok para pemuda yang menginspirasi dari seluruh penjuru negara Indonesia. Penghargaan dari Anugerah Satu Indonesia Award 2020 juga berhasil menghantarkan aplikasi Fish Go menjadi penerima dibidang teknologi sekaligus sebagai salah satu pemenang favorit yang ditentukan oleh dukungan publik.

Tentunya dengan adanya penghargaan Anugerah Satu Indonesia Award 2020 merupakan sebuah gerbang baru untuk dapat merubah kehidupan seluruh nelayan di negara Indonesia. Mungkin diawal-awal dampak yang dapat diberikan hanya kepada beberapa nelayan yang ada di wilayah Bali tetapi dengan adanya penghargaan tersebut maka tujuan atau ruang lingkung harus lebih besar dalam hal ini diseluruh negara Indonesia. Sehingga benar-benar dapat merubah kehidupan para nelayan yang ada di negara Indonesia. Walaupun demikian kita sebagai masyarakat dari negara Indonesi paut berbangga. Alasan parut berbangganya adalah karena ternyata para pemuda di negara Indonesia nyatanya dapat benar-benar menyelesaikan permasalahan yang ada didalam masyarakat agar masyarakat memiliki kehidupan yang lebih baik lagi. Jadi ayo para pemuda kita sama-sama saling bahu membahu untuk membuat sebuah gebrakan baru agar dapat menyelesaikan berbagai macam masalah yang ada didalam kehidupan sehari-hari. Dimana diakhirnya senyuman indah dalam kehidupan dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih.

Sumber gambar, tulisan, dan video:

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Jukung
  2. https://money.kompas.com/read/2021/12/13/173905726/kkp-tangkap-167-kapal-pelaku-illegal-fishing-selama-2021
  3. https://www.youtube.com/watch?v=G1TEDV_jitw
  4. https://mediaindonesia.com/weekend/195426/fish-goaplikasi-optimalkan-nelayan-menangkap-ikan
  5. https://regional.kompas.com/read/2020/12/31/06000051/berangkat-dari-keresahan-pemuda-ini-buat-aplikasi-yang-memudahkan-nelayan?page=all#page2
  6. https://fishgo.id/sosialisasi-fishgo-di-kantor-desa-canggu/
  7. https://play.google.com/store/apps/details?id=id.fishgo.app&hl=in&gl=US&showAllReviews=true
  8. https://pixabay.com/id/photos/pantai-laut-matahari-terbenam-1751455/
  9. https://pixabay.com/id/photos/me-mancing-laut-jawa-manusia-1178751/
  10. https://pixabay.com/id/photos/lanskap-perubahan-cuaca-alam-4684217/
  11. https://pixabay.com/id/photos/keuangan-analitik-mengaburkan-2860753/
  12. https://fishgo.id/

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Membuat Tersenyum Atas Tangkapan Ikan Melimpah Bantuan Aplikasi"

Posting Komentar