Berbicara tentang hal-hal yang berkaitan
dengan ekonomi pastinya sangat luas dan lebar. Untuk mempersingkat pembahasan
mengenai ekonomi pada tulisan kali ini maka akan diperkecil ruang lingkupnya
menjadi anggaran belanja negara. Sebelum berbicara lebih jauh, apa kata pertama
anda sebagai pembaca mendengar ketika mendengar kata anggaran belanja
negara???. Pastinya akan ada banyak sekali sekali kata pertama yang keluar dari
pemikiran anda ketika mendengar kata belanja negara salah satunya seperti untuk
memenuhi kebutuhan negara, keuangan, dan masih banyak lagi. Perlu digaris
bawahi semua itu benar karena setiap orang memiliki pandangan sisi yang
berbeda-beda akan anggaran belanja negara.
![]() |
Pengusaha kena pajak Sumber: https://www.pajak.go.id/sites/default/files/styles/image_230x230_/public/2019-06/WhatsApp%20Image%202019-06-25%20at%2009.00.12.jpeg?itok=wyjXCmCN |
Anggaran balanja negara pasti akan
berbicara pula tentang anggaran pendapatan. Dimana kedua hal tersebut dapat
diibaratkan sebagai dua sisi didalam mata koint tidak dapat dipisahkan. Tidak
heran kalu di negara Indonesia ada sebutan APBN. Kepanjangan dari APBN yaitu
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jika kita artikan pastinya akan sangat
luas dan berbeda-beda namun secara garis besar APBN adalah sebuah perencanaan
keuangan yang dilakukan pemerintah pada setiap tahunnya yang disetujui oleh
para wakil rakyat (DPR).
APBN juga dapat selalu beriringan dengan
ekonomi. Alasan beriringan dikarenakan apabila suatu negara memiliki APBN yang
sehat maka pos-pos ekonomi yang telah direncanakan dapat menerima keuangan dari
APBN. Namun apabila APBN suatu negara tidak sehat maka pos-pos ekonomi yang
sudah direncanakan dan disetujui oleh DPR tidak akan menerima uang untuk dapat
bergerak. Ketika pos-pos ekonomi tidak bisa bergerak secara mestinya atau tidak
maksimal maka ekonomi didalam suatu negara akan terganggu.
Perlu diakui bahwa didalam mengelola
sebuah negara ada banyak sekali faktor yang memperuhinya. Apalagi jika
berkaitan dengan ekonomi didalam suatu negara banyak sekali variable-variable
yang mempengaruhinya dari mulai daya beli, gajih, dan masih banyak lagi. Dengan
hal tersebut maka tidak heran bahwa ketika mengelola sebuah negara terkadang
pemerintah mengalami defisit.
Didalam berita ekonomi atau bahkan
berita informasi lainnya sering kali mengalami menggunakan atau mendengar kata
defisit. Setiap tahunnya setiap negara pastinya memiliki peluangn akan
terjadinya defisit khususnya defitis APBN bagitupun dengan negara Indonesia. Secara
sederhananya dari kata defisit adalah kekurangan uang. Jika kita artikan dengan
APBN maka kata defisit memiliki arti bahwa kekurangan uang dalam hal pendapatan
negara tetapi belanja negara tetap tinggi. Sehingga tidak terjadi keseimbangan
antara pendapatan negara dengan belanja negara.
Tentunya terjadi sebuah defisit dalam
mengelola sebuah negara harus dapat diselesaikan oleh pemerintah agar belanja
negara tidak terganggu dan diujungnya ekonomi dapat tetap berjalan. Ada banyak
sekali solusi yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk permasalahan akan
defisit seperti melakukan kegiatan hutang. Ada banyak sekali pihak-pihak yang
mau memberikan pinjaman seperti negara lain, sebuah organisasi dunia, bank
dunia, bank negara, atau bahkan meminjam kepada masyarakatnya sendiri.
Mememinjam uang untuk memenuhi kebutuhan
target APBN yang mengalami defisit merupakan sebuah hal yang bisa diibaratkan
sebagai pisau bermata dua. Dimana disatu sisi dapat bersifat positif apabila
ketika sudah meminjam dana yang digunakan untuk hal-hal yang menghasilkan
profit bagi masyarakat dan negara sehingga di ujungnya ekonomi akan naik.
Sedangkan bersifat negatif jika dana hasil meminjam hanya digunakan untuk
memenuhi target dana APBN kemudian setelah itu dana hasil pinjam tersebut
dihaburkan untuk hal-hal yang tidak jelas manfaatnya. Padahal seperti yang kita
ketahui bahwa ketika sudah meminjam uang dimasa sekarang maka dimasa depan
seseorang peminjam dalam hal ini negara harus mengembalikan uang hasil pinjaman
ditambah dengan bunga sesuai perjanjian. Apabila hal tersebut tidak dapat
dilakukan maka hutang akan semakin besar dan sulit untuk dilunasi.
Untuk menghindari pinjaman dana untuk
memenuhi kebutuhan dana APBN yang mengalami defisit maka cara sederhananya
adalah dengan membuka kran sumber baru atau memperlebar kran sumber melalui
instrumen pajak. Pajak merupakan salah satu instrumen yang dilakukan pemerintah
untuk dapat menarik dana dari masyarakat kepada pemerintah. Apalagi pajak
merupakan sebuah kegiatan wajib yang dilakukan rakyat kepada pemerintah. Dengan
hal tersebut maka semakin besar dana yang dihimpun oleh negara terhadap
instrumen pajak maka semakin besar pula memenuhinya dana terkumpul untuk pemenuhan
dana APBN. Nyatanya untuk mengumpulkan dana dari pajak tidaklah mudah seperti
membuat mie instan ada banyak sekali hal-hal yang membuat seseorang sebagai
rakyat enggan untuk melakukan kewajiban membayar pajak kepada pemerintah salah
satunya yaitu:
Pertama adalah tidak merasakan dampak
dari hasil pajak. Pastinya didalam kehidupan ini rakyat selalu saja dipajakin
oleh pemerintah tetapi terkadang rakyat tidak merasakan dampak dari hasil
pajak. Ketika sudah demikian maka secara perlahan-lahan dari dalam diri rakyat
akan timbul sebuah pertanyaan kenapa harus membayar pajak tetapi dampak yang
dirasakan tidak ada. Dengan hal tersebut maka akan memiliki peluang rakyat
tidak mau membayar kewajiban akan pajak kepada pemerintah.
Kedua adalah mengurangi pemasukan
kedalam dompet bagi rakyat. Dari namanya saja yaitu membayar pajak pastinya
melakukan kegiatan yang dilakukan adalah mengeluarkan uang yang dimiliki
seseorang yang berstatus sebagai rakyat. Terkadang mengeluarkan uang
ditengah-tengah tingginya harga kebutuhan hidup maka pilihan yang diambil
cenderung memilih untuk kebutuhan hidup dibandingkan membayar pajak. Dengan hal
tersebut maka terkadang target dana yang dikumpulkan oleh pajak tidak dapat dicapai.
Ketiga adalah tidak memiliki biaya untuk
membayar pajak. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa pajak merupakan sebuah
biaya yang harus dikeluarkan oleh rakyat. Nyatanya apabila rakyat tidak
memiliki uang maka dana dari pajak sulit untuk dikumpulkan. Tentunya ketika rakyat
tidak memiliki dana maka jumlah pajak yang didapatkan oleh pemerintah menjadi
semakin sedikit.
Pada dasarnya ada banyak sekali
alasan-alasan mengapa seseorang sebagai rakyat didalam suatu negara tidak mau
membayar pajak sebagai kewajibannya salah satunya telah disebutkan diatas. Walaupun
demikian tetap saja sebagai rakyat harus mau tidak mau membayar pajak.
Dikarenakan pajak merupakan kewajiban yang dilakukan oleh rakyat didalam suatu
negara.
Padahal pajak didalam suatu negara
memiliki peran sebagai sumber pemasukan APBN tetapi juga memiliki peran yang
sanga penting yaitu pembangunan nasional. Pastinya disini negara memiliki
tujuan yaitu mensejahterakan rakyatnya. Dikarenakan memiliki tujuan tersebut
maka segala macam pembangunan yang bertujuan sejaterakan rakyat dilakukan dari
mulai membangun rumah sakit, jalan, sekolah, dan lain-lain. Tentunya dana untuk
melakukan pembangunan tersebut bersumber dari pajak. Oleh karena itu samakin
banyak dana pajak yang terkumpul maka semakin banyak pula pembangunan didalam
suatu negara untuk kesejahteraan rakyat.
![]() |
Logo djp Sumber:https://www.pajak.go.id/sites/default/files/Logo%20DJP%20branding%20warna%20%281%29.png |
Jadi sebagai rakyat ayo saling gotong
royong dalam hal melakukan kewajibannya yaitu membayar pajak. Agar dimasa depan
dana yang terkumpul dari hasil pembayaran pajak rakyat kepada pemerintah dapat
digunakan sebagai tujuan pemerintah yaitu mensejahterakan rakyat. Memang untuk
mensejahteraakan rakyat ada banyak sekali cara yang dilakukan salah satunya
adalah dengan pembangunan berbagai macam fasilitas dan menjalankan belanja
negara sehingga roda-roda ekonomi masyarakat dapat berputar. Semua hal tersebut
pastinya membutuhkan dana dari sumber pajak yang sangat banyak. Semakin besar
dana yang dikumpulkan dari hasil pajak maka kesejahteraan akan semakin besar
dirasakan oleh rakyat.
Semoga
tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda para pembaca. Terima kasih.
Sumber:
Belum ada tanggapan untuk "Bayar Pajak, Emang Buat Apa???"
Posting Komentar