Kehidupan Lebih Baik Dengan Adanya #FinantierForBetterFuture



Pada saat saya masih kecil saya sering kali mengunjungi rumah nenek. Ya, rumah saya dan rumah nenek berada cukup jauh. Bahkan untuk sampai ke rumah nenek saya harus menggunakan beberapa moda transportasi. Belum lagi kalau kondisi jalanan yang macet waktu yang ditempuh untuk ke rumah nenek menjadi kian lama. Apabila tidak terjadi kemacetan dan lancar-lancar saja waktu yang kurang lebih hampir 2,5 – 3 jam. Tetapi kalau terjadi kemacetan yang parah atau sampai parah waktu yang dihabiskan bisa sampai 12 jam atau lebih. Walaupun dengan kondisi demikian tetapi tetap saja bagi saya mengunjungi rumah nenek merupakan sesuatu hal yang menyenangkan.

Dilingkungan rumah nenek bisa dikatakan masih lebih sejuk dibandingkan rumah tempat tinggalku saat ini. Belum lagi di rumah nenek ada beberapa hal yang dapat ku temui tetapi sulit ditemui ketika berada di rumah. Dimana salah satu hal tersebut yaitu makanan, suasana yang masih sejuk, adem, tumbuhan hijau dimana-mana, sampai masyarakatnya. Didalam lingkungan masyarakat nenek ku tersebut pada umumnya hanya berisi orang-orang tua saja yang mengelola sawah yang mereka miliki. Sedangkan untuk anak-anak mudanya lebih memilih untuk pergi merantau ke kota-kota besar. Walaupun ada juga beberapa anak muda yang tetap memilih berada di desa.

Salah satu contoh anak-anak muda yang masih tetap memilih berada di desa adalah Agim (nama samaran). Berdasarkan pemaparan Agim kepada orang-orang Agim ini tidak mau merantau karena mau membuat sesuatu di desa dibandingkan merantau. Apalagi ketika melihat orang tuanya menjadi semakin tua iya berencana melakukan dua hal secara bersamaan yaitu membangun sesuatu serta mengurus kedua orang tuanya. Ya, menurut beberapa orang pandangan tersebut sedikit kurang baik karena apa yang diharapkan oleh Agim ini belum tentu terealisasikan. Sedangkan teman-temannya ketika pulang kampung dari mudik sudah mendapatkan hasil baik itu kendaraan ataupun hal lainnya tetapi Agim belum memberikan hasil seperti teman-temannya. Karena kondisi tersebut membuat Agim banyak mengalami ledekan dari orang-orang serta banyak yang menyarankan untuk merantau tetapi Agim tetap tidak mau.

Sampai pada dua tahun yang lalu ternyata Agim telah mengembangkan sebuah bisnis berupa jamur. Bisnis yang dilakukan oleh Agim memiliki ke terkaitan dengan sebuah jamur yang biasa masyarakat konsumsi untuk sehari-hari. Nama jamur yang dijadikan bisnis oleh Agim adalah jamur tiram. Jamur tiram ini berbentuk seperti kerang dengan ukiran-ukiran yang berada di bawah kelopaknya. Untuk warna dari jamur tiram yaitu putih kusam. Biasanya jarum tiram dikonsumsi sebagai bahan tambah untuk sayuran atau ditaburi tempung kemudian digoreng.

Pada kejadian dari Agim cara pengolahan dari jarum tiram dilakukan dengan cara ditaburi tepung kemudian digoreng. Agar lebih mendapatkan rasa maka ditambahin beberapa bumbu serbuk perasa dari mulai rasa asin, pedas, keju, dan masih banyak lagi. Tempat berjualan dari jamur tiram goreng yang biasa dilakukan oleg Agim adalah tempat sekolahan baik itu dari mulai SD, SMP, dan SMA. Harapannya dagangan berupa jamur tiram goreng tersebut akan dikonsumsi ketika anak sekolah saat pagi hari, istirahat, dan pulang. Tentunya semakin banyak anak sekolah yang membeli maka semakin banyak keuntungan yang didapatkan.

Berdasarkan cerita dari Agim awal mulannya ia hanya memperbesar jamur tiram saja. Maksud memperbesar jamur tiram disini Agim membeli dari pihak lain berupa bibit kemudian dikembangkan menjadi besar. Setelah besar kemudian Agim akan menjual jamur tiram kepada pihak yang membutuhkan. Namun setelah lama-kelamaan akhirnya tidak hanya menjualnya tetap Agim juga mengolahnya menjadi gorengan yang diberi sebuah bumbu agar nambah nikmat.

Setelah cukup berkembang bisnis maka Agim merekrut beberapa orang untuk merambah ke berbagai macam tempat. Orang-orang ini terbagi kedalam dua bagian ada yang mengurus pembesaran jamur tiram dan ada yang bertugas berjualan jamur tiram berasa di sekolah-sekolah. Jumlah orang yang direkrut sebanyak 5 orang maka secara total bisnis tersebut kini terdapat 6 orang didalamnya. Berbicara mengenai pendapatkan kurang lebih sudah melebihi UMR didaerah tempat nenek saya tersebut tetapi tidak melebihi dua digit. Belum lagi sudah mampu untuk memberikan gajih kepada 5 orang lainnya dengan lancar tanpa adanya kendala.

Pada beberapa waktu bisnis yang dilakukan oleh Agim cukup lancar jaya tanpa adanya hambatan. Walaupun dibeberapa prakteknya terdapat beberapa hambatan didalmnya tetapi masih tetap bertahan. Namun ada satu kejadian yang membuat bisnis Agim harus mengalami gulung tikar yaitu karena dua hal. Pertama teman-teman yang tidak dapat melakukan tanggung jawab ketika berjualan tidak benar sehingga banyak jamur tiram yang tidak bisa dijual ketika sudah digoreng. Kedua karena beberapa pihak diminta bayar didepan tidak bisa dibayar dibelakangan. Dari kedua hal tersebut tentunya yang memberikan pengaruh yang besar adalah pada point ke dua.

Alasan terjadi perubahan tersebut karena ada beberapa pihak yang tidak mampu membayar diakhir sehingga harus membayar didepan. Karena kondisi tersebut memberikan dampak yang cukup menyakitkan bagi bisnis Agim karena tidak ada uang ketika diawal. Sehingga mau tidak mau bisnis yang sedang dijalankan oleh Agim harus merasakan peristiwa gulung tikar. Sedih sudah pasti namun mau bagaimana lagi karena modal tidak ada maka roda bisnis Agim harus merasakan gulung tidak.

Ya, seperti yang kita ketahui bahwa modal didalam sebuah bisnis terkadang memegang kendali penuh. Bahkan bisa dikatakan kalau modal didalam sebuah bisnis diibaratkan seperti sebuah setir didalam sebuah mobil. Bergerak atau diamnya mobil sangat tergantung dari setir didalam mobil. Maka dari itu sebisa mungkin ketika seseorang sudah memutuskan untuk melakukan sebuah bisnis hal pertama yang harus dipikirkan dan siapkan adalah modal yang akan digunakan untuk membangun bisnis tersebut.

Tentunya disini ada sebuah solusi yang mungkin diberikan oleh para pembaca yaitu dengan cara meminjam kepada teman, saudara, atau bahkan bank. Agar dapat memberikan pinjaman yang dibutuhkan Agim nyatanya tidak semudah seperti yang telah diberikan. Meminjam uang keteman tidak bisa dilakukan karena banyaknya anak muda yang melakukan kegiatan merantau sehingga sulit untuk dimintai pertolongan akan meminjam uang. Meminjam uang kepada saudara rasanya cukup sulit apalagi mayoritas orang-orang yang berada di desa memiliki pekerjaan sebagai petani sehingga ketika membutukan uang cepat rasanya tidak mungkin karena uang biasanya datang ketika panen tiba dan saat itu belum masuk ke dalam masa panden. Sedangkan untuk menggunakan cara meminjam ke bank dikarenakan Agim termasuk kedalam seseorang yang memiliki label unbanked.

Sebelum lebih jauh akan pembahasannya terlebih dahulu akan memjelasakan mengenai akan apa itu unbanker. Menurut penulis sendiri label unbanker adalah seseorang masyarakat yang bisa dikatakan sudah memiliki cukup umur dalam hal ini disebut dewasa tetapi masih belum dapat mengakses akan layanan dari sebuah dari pihak bank. Karena tidak bisa mengakses layanan bank maka layanan seperti buku tabungan sampai pinjaman di bank tidak bisa diterima.

Berdasarkan hasil sebuah riset yang bertajuk Fulfilling its Promise – The Future of Southeaset Asia’s Digital Financial Services mengatakan bahwa 92 juta jiwa penduduk yang berusia dewasa di negara Indonesia belum dapat tersentuh oleh layanan finansial atau perbankan. Jumlah tersebut tentunya bisa dikatakan lebih dari separuh total penduduk dewasa yang mencapai 182 juta jiwa. Bahkan hasil proyek riset lain yang dilakukan oleh Bain & Company yang berkolaborasi dengan pihak Google dan Temasek juga memberikan sebuah data bahwa 42 juta jiwa penduduk dewasa di negara Indonesia sudah mendapatkan layanan finansial.

Padahal zaman sudah sangat maju dan berkembang tetapi masih juga orang-orang yang belum dapat merasakan akan layanan dari perbankan. Setidaknya ada banyak sekali alasan-alsan seseorang termasuk ke dalam label unbanked. Dimana salah satu alasan tersebut yaitu dokumen yang berbelit-belit, jarak bank yang cukup jauh, sampai tidak mau terjadi pemotongan bulan yang dilakukan oleh bank. Mungkin saja salah satu alasan tersebut yang membuat Agim tidak bisa mendapatkan dana cepat yang dibutuhkan oleh pihak bank.

Akibat masih banyaknya orang-orang didalam negara Indonesia yang belum tersentuh akan sebuah layanan keuangan dapat diibaratkan seperti mendapatkan sebuah harta karun. Alasan munculnya pengibaratan tersebut karena apabila setiap orang didalam masyarakat sudah dapat merasakan akan dapat benar-benar memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi perekonomian baik itu untuk pemerintah atau masyarakat itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa contoh ketika seluruh masyarakat sudah dapat merasakan akan layanan keuangan yaitu:

#1. Pendapatan Yang Meningkat Bagi Pemberi Layanan Keuangan

Konsep mendapatkan keuntungan dari pemberi layanan keuangan adalah semakin banyak orang-orang yang menggunakan layanannya maka semakin banyak pula pendapatan yang diperoleh. Dengan demikian maka orang yang menggunakan layanan keuangan dengan keuntungan dapat dikatakan memiliki sifat berbanding lurus. Ketika pihak pemberi layanan keuangan mendapatkan keuntungan yang besar maka secara otomatis akan membuat pelayanan yang diberikan akan meningkat bagi orang-orang yang menggunakan layanan tersebut.

#2. Menciptakan Sebuah Kelas Baru Di Dalam Masyarakat

Dikarenakan masyarakat sudah dapat terhubung kepada layanan keuangan maka ekonomi-ekonomi yang awalnya tersendat kini dapat bergerak. Bahkan bisa saja gerakan yang dilakukan tersebut membuat dampak ekonomi baru di dala kehidupan masyarkat. Tetapi bukan hanya itu saja dapat juga membuat sebuah kelas baru yaitu kelas menengah baru didalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga secara langsung membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik karena masyarakat dapat mengakses berbagai macam hal dari mulai pendidikan, kesehatan, sampai pelayanan lainnya yang belum pernah dirasakan sebelumnya untuk membuat kehidupan emnjadi lebih baik.

Dikarenakan adanya dua manfaat yang telah dipaparkan oleh penulis maka tidak heran kalau saat ini pihak otoritas jasa keuangan di berbagai negara yang berada di kawasan ASEAN terus menerus melakukan penyempurnaan akan aturan baru demi menyambut sebuah zaman Open Bankir dan Open Finance. Adanya Open Bankir dan Open Finance dapata membuat terjadinya sebuah konektivitas antara beberapa pihak secara bersamaan. Dimana terjadi konektivitas tersebut dapat dilakukan oleh beberapa pihak seperti pihak lembaga kasa keuangan, fintech, dan pihak lainnya. Dimana beberapa pihak tersebut melakukan sebuah hubungan simbiosis mutualisme akan pengelolaan data pelanggan (masyarakat).

Kehadian Open Bankir dan Open Finanve didalam kehidupan masyarakat bukanlah sebuah sekedar wacana saja. Sekarang ini masyarakat sudah dapat menikmatinya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Buktinya kini banyak sekali masyarakat yang secara bebas dapat mengakses sebuah layanan keuangan ataupun perbankan dari berbagai macam instrumen keuangan dengan hanya mengandalkan sebuah hp untuk dapat mengaksesnya.

Biasanya kejadian digitalisasi akan pihak perbankan sampai perusahaan penyedia layanan keuangan menggunakan sebuah fitur yang bernama Application Programming Interfece atau bisa disingkat dengan API. Secara nyata maksudnya adalah pihak bank dan perusahaan fintech membuka sebuah data serta informasi keuangan yang terkait dengan pembacaran para nasabahnya secara resiprokal. Maksudnya adalah adanya terjadi pelibatan pihak ketiga sehingga pihak terlibat yaitu pemilik data, bank, dan fintech.

Jika kita berbicara mengenai masa lalu yang membahas tentang Open Banking masih bisa dikatakan masih memiliki perasaan ragu. Munculnya rasa ragu tersebut karena pada saat itu puhak Open Bankir masih memiliki prinsip yaitu melindungi data atau infromasi nasabah. Dengan kondisi tersebut sepertinya pihak Open Bankir memiliki tembok penghalang yang kuat dan kokh bagi orang-orang yang mau mengakses akan informasi tersebut.

Namun kini kondisi tersebut perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Kini pihak seperti bank, fintech, sampai nasabah seperti sudah dapat berbagi sebuah informasi akan nasabah. Bahkan Open Banking tersebut seperti kini sudah dilakukan diberbagai amcam negara. Apalagi saat wabah pandemik virus Corona berlangsung banyak orang-orang didalam masyarakat yang menuntut untuk dapat memiliki beberapa hal dari mulai aksesibilitas, kecepatan, sampai kenyamanan dalam menggunakan transaksi.

Beberapa pihak seperti bank, perusahaan keuangan, sampai pihak lainnya yang berkaitan dengan layanan keuangan dapat melebarkan sayapnya dengan melakukan sebuah inovasi dengan Open Banking. Pihak-pihak tersebut kini harus dapat tidak hanya menawarkan produk tetapi juga harus dapat meningkatkan serta mendorong akan terus menerusnya pelanggan dalam menggunakan layanan yang terdapat didalamnya. Kini kita sudah dapat melihat berbagai macam teknologi baru didalam bidang keuangan seperti adanya kecerdasaran buatan (AI). Adanya teknologi tersebut dapat menganalisis data serta memberikan riwayat transaksi pembayaran serta melacak beberapa hal akan transaksi yang cukup mencurigakan yang dilakukan para pengguna layanan tersebut.

Dari beberapa hal yang telah dipaparkan tersebut kini memberikan dampak akan perubahan layanan jasa keuangan di negara Indonesia atau bahkan di dunia. Adanya Open Bangking menjadi sebuah jalan toll yang tanpa hambatan akan terjadinya sebuah Open Finance. Pengertian dari Open Finance adalah sebuah kegiatan akan pertukaran data keuangan yang dimiliki konsumen yang telah disetujui dan diamankan antara lembaga keuangan yang terlibat. Adanya pertukaran data tersebut diharapkan mempermudah akan sebuah kegiatan yang akan dilakukan seperti meminjam uang. Berbicara mengenai Open Finance pastinya akan membahas pula mengenai Finantier. Maka timbul kembali sebuah pertanyaan yaitu:

Apa itu Finantier???

Secara sedernaha Finantier adalah sebuah platform yang mengusung tema Open Finance yang terkemuka didalam kawasan Asia Tenggara. 

Dengan adanya Finantier ini maka dapat memberikan sebuah izin bagi orang-orang yang tidak memiliki sebuah rekening bank atau biasa disebut dengan unbanked agar tetap dapat merasakan akan sebuah layanan finansial. Sehingga dapat dikatakan bawah orang-orang seperti Agim yang membutuhkan modal tetapi masuk kedalam kategori unbanked dapat tetap merasakan dana untuk modal usahanya.

Loh dari pemaparan penjelasan yang diberikan sepertinya hanya menguntungkan satu pihak dalam hal ini adalah pihak seperti Agim yang termasuk kategori unbanked. Tetapi apakah ketika berbagai macam pihak dari mulai bank, fintech, ataupun perusahaan yang bergerak didalam bidang keuangan ketika menggunakan layanan yang ada di Finantier. Pastinya ada banyak sekali keuntungan ketika sudah menggunakan layanan dari Finantier bagi para pihak keuangan salah satunya yaitu:

#1. Akses Data Nasabah Yang Berkualitas

Dimana perusahaan yang telah menggunakan layanan dari Finantier akan memiliki sebuah gambaran umum akan data nasabah. Apalagi Finantier akan memetakan berbagai macam karakteristrik para nasabah menjadi lebih baik. Sehingga sesudah dikarakteristik tersebut akan pihak perusahaan yang akan menggunakan data tersebut akan merasakan pengalaman yang personalisasi dan menarik. Bukan hanya itu saja tetapi datanya juga termasuk ke dalam komprehensif. Akses data keuangan akan diberikan hingga ke tingkat dari berbagai mcam platform dengan jangkauan yang sangat luas.

#2. Verifikasi Akan Berbagai Data Yang Instan

Didalam layanan dari Finantier akan benar-benar dapat menyelesaikan autentikasi secara cepat dan akurat. Sehingga dapat memungkinkan para pengguna ketika mau menggunakannya menjadi lebih cepat. Tetapi tidak hanya itu saja akan juga dapat mengurangi terjadinya default. Dimana salah satu produk dari verifikasi identitas yang dimiliki oleh Finantier dapaat mampu mengumpulkan data lebih dari 95% dari berbagai macam platform keuangan yang ada di negara Indonesia. Hal ini dapat memungkinkan berbagai macam perusahaan dapat memverifikasi akan identitas pengguna dengan cepat dan efisien. Bukan hanya itu saja para perusahaan juga dapat memvalidasi akan berbagai pengguna konsumen yang tidak memiliki rekening bank dapat juga mengakses data dair platform keuangan lainnya seperti P2P Lending.

Pada dasarnya ada banyak sekali keuntungan yang akan didapatkan berbagai macam pihak yang berkaitan dengan layanan keungan ketika menggunakan layanan dari Finantier salah satunya telah dipaparkan diatas. Berbicara mengenai peluang akan perkembangan Finantier pastinya sangat besar karena orang-orang yang seperti Agim ini ada banyak sekali berada di negara Indonesia. Jika kita melihat UMKM di negara Indonesia cukup besar seperti data digambar yang berada di bawah. Apalagi jika UMKM tersebut sama permasalahan akan tidak bisa mengakses layanan keuangan karena termasuk kedalam unbanked maka dapat ditolong dengan adanya Finantier.

Agar lebih jelas disini akan diberikan sebuah video dibawah ini.

Diharapkan dengan adanya tulisan ini orang-orang seperti Agim ini dapat mendapatkan sebuah solusi akan permasalahan yang sedang dihadapi. Apalagi ketika sudah selesai masalahnya akan memberikan kehidupan yang layak bagi banyak orang baik itu dirinya maupun orang lain. Diakhirnya harapan penulis adalah kita sebagai masyarakat dapat meraih #FinantierForBetterFuture di negara Indonesia ini. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda para pembaca. Terima kasih.

Sumber tulisan, gambar, dan video:

  1. https://pixabay.com/id/photos/pegunungan-desa-pohon-bukit-bidang-615428/
  2. https://www.youtube.com/watch?v=qA3ClLtNnSw
  3. https://techbiz.id/2020/11/raih-pendanaan-awal-finantier-tawarkan-open-finance/

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kehidupan Lebih Baik Dengan Adanya #FinantierForBetterFuture"

Posting Komentar