Pengolaan Sampah Agar Kehidupan Menjadi Lebih Baik

Didalam menjalankan roda pemerintahan bagi sebuah negara pastinya akan selalu ada permasalahan yang datang silih berganti. Apalagi dengan jumlah penduduk yang bertambah banyak serta wilayah yang luas membuat permasalahan yang dihadapi kian besar dan kompleks. Dimana salah satu permasalahan yang akan dihadapi oleh pemerintah sebagai nakoda dari roda pemerintahan yaitu mengenai sampah.

Sampah dan masyarakat dapat diibaratkan seperti dua sisi pada mata koin yang tidak dapat dipisahkan. Bahkan didalam menjalani kehidupan sehari-hari masyarakat tidak bisa terlepas dari yang namanya sampah. Buktinya bisa dilihat bahwa setiap keluarga pastinya akan menghasilkan sampah dalam aktifitas sehari-harinya. Banyak sekali jenis sampah yang dihasilkan didalam masyarakat yaitu sampah plastik, sampah buah, sampah kertas, dan masih banyak jenis sampah lainnya.

Banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan berbanding lurus dengan jumlah penduduk didalam suatu wilayah. Namun nyatanya bukan hanya itu saja yang membuat suatu negara menghasilkan banyak sampah ada beberapa faktor lainnya. Salah satu contoh faktor yang turut menyumpang banyaknya sampah yaitu tingginya aktifitas. Semakin tinggi seseorang beraktifitas dalam hal ini berbelanja maka sampah akan pembungkus barang-barang belanja akan semakin banyak.

Sampah didalam sebuah negara dapat juga diibaratkan seperti bom waktu yang dapat meledak sewaktu-waktu. Dampak dari bom waktu tersebut pastinya memberikan sifat kurang baik bagi masyarakat. Pertama apabila sampah berada di sungai akan mencemari air sungai sehingga ekosistem ataupun hewan yang berada didalamnya akan mati. Kedua apabila sampah berada di tanah maka akan mencemari tanah ataupun air tanah yang akan digunakan oleh masyarakat. Kedua bau yang dihasilkan dari sampah akan membuat oksigen yang dibutuhkan oleh menjadi terganggu karena tercemar oleh udara yang dihasilkan oleh bau sampah.

Diperkirakan bahwa negara Indonesia setiap tahunnya menghasilkan kurang lebih sebanyak 64 juta ton sampah. Berdasarkan data yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan bahwa komposisi sampah didominasi oleh sampah organik sebanyak 60% dari total sampah yang dihasilkan. Sedangkan sampah plastik menempati posisi kedua sebanyak 14% selanjutnya sampah kertas sebanyak 9% dan sampah karet sebanyak 5,5%. Sedangkan sisa sampah yang dihasilkan berjenis sampah yang berasal dari logam, kain, kaca, dan masih banyak jenis sampah lainnya.

Permasalahan sampah tidak hanya didominasi oleh sampah yang dihasilkan oleh masyarakat saja tetapi ada hal lain. Salah satu permasalahan sampah yang cukup vital yaitu pengelolaan sampah. Ketika suatu negara tersebut memiliki pengelolaan sampah yang baik maka permasalahan sampah bisa dikatakan ditekan lebih maskimal didalam kehidupan masyarakat. Tetapi apabila permasalahan sampah kurang baik maka akan menjadi sebuah bom waktu yang berdampak kurang baik bagi masyarakat dan pemerintah dimasa depan.

Waste ManagementIndonesia (pengelolaan sampah Indonesia) akan sampah yang dihasilkan akan diangkut yang diakhirnya berada di TPA. Didalam pengolaan sampah didalam TPA juga masih menggunakan metode open dumping dan landfill. Walaupun didalam pengelolaan ada beberapa yang sudah mulai dimodifikasi seperti menjadi kompos, pembakaran, sampai daur ulang. Pada kenyataan metode yang digunakan serta metode dimodifikasi belum dapat menyelasaikan permasalahan sampah didalam masyarakat.

Metode open dumping merupakan sebuah metode yang bisa dikatakan sebuah metode yang cukup sederhana dibandingkan metode lainnya. Dimana metode open dumping merupakan sebuah metode yang mana sampah yang dihasilkan akan dibuang didalam TPA tanpa adanya proses lanjutan untuk mengelola sampah. Sedangkan metode landfill merupakan sebuah metode dimana sampah yang dihasilkan dilakukan proses pemerataan dan pemadatan dengan menggunakan bantuan alat berat serta dilapisi oleh tanah.

Bagaimana Caranya Agar Dapat Menekan Permasalahan Sampah Pada Masyarakat???

Personal Waste Management atau bisa kata sebagai pengelolaan sampah pribadi. Ya, memang cara termudah untuk mengelolaan sampah dimulai dari diri pribadi. Sedangkan cara yang nyata yang dimulai dari diri sendiri adalah dengan melaksanakan 3R School Program. Dimana 3R School Program merupakan sebuah program yang dibuat untuk mendorong sebuah kesadaran pada tingkat sekolah untuk dapat menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Bukan hanya itu saja bisa juga menggunakan sebuah program Send Your WasteDimana melalui program Send Your Waste setidaknya menekan sampah anorganik yang dihasilkan. Terlebih dengan adanya program yang dilakukan ini dapat memastikan bahwa sampah anorganik yang dihasilkan oleh masyarakat akan dilakukan sebuah proses daur ulang dengan secara optimal dan bertanggung jawab.

Pastinya untuk dapat lebih menyukseskan dalam menekan permasalahan sampah ditengah-tengah masyarakat dapat melibatkan pihak lain yaitu Waste4Change.

Apa itu Waste4Change???

Waste4Change saat pertama kali tercetus dari sebuah diskusi antara PT Greeneration Indonesia & Ecabali (PT Bumi Lestari Bali) agar membentuk sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan sampah. Dimana didalam misi tersebut adalah untuk dapat mengurangi sampah yang berakhir di TPA.

Sedangkan Waste4Change secara resmi didirikan oleh pihak Mohamad Bijaksana Junerosano dengan sebuah nama PT Wasteforchange Alam Indonesia. Untuk strategi yang digunakan yaitu Perubahan Ekosistem Pengelolaan sampah yang Bertanggung Jawab dengan Berlandaskan Kolaborasi dan Teknologi Menuju Penerapan Ekonomi Melingkar (Circular Economy) dan Indonesia Bebas Sampah.

Ada beberapa layanan utama Waste4Change yaitu:

  1. Consult, menyediakan riset berbasis data serta masukan dari ahli-ahli persampahan di tingkat lokal dalam rangka mengoptimalkan solusi pengelolaan sampah. Dimana contoh program yaitu solid waste management research.
  2. Campaign, memfasilitasi program sosialisasi dan edukasi antar pemangku kepentingan untuk menciptakan perubahan ekosistem dalam rangk mewujudkan ekonomi sirkular. Dimana contoh program yaiu AKABIS (Waste Management Academy).
  3. Collect, memfasilitasi klien dengan pengangkutan sampah terpisah, tempat sampah terpilah, serta lapooran mengenai alur sampah. Dimana contoh program yaitu residential area waste management, personal waste management, event waste management, dan commercial area waste management.
  4. Create, memproses sampah yang terkumpul dengan cara yang bertanggung jawab untuk diubah menjadi material daur ulang. Dimana contoh program yaitu extended producer responsibility dan in-store recycling.

Diharapkan dengan adanya pihak Waste4Change serta cara-cara program yang telah dipaparkan. Dimana diujungnya diharapkan sampah yang dihasilkan dapat ditekan sehingga bow waktu dari sampah ataupun pengelolaan sampah dapat lebih ditekan. Sehingga diakhirnya dapat membuat masyarakat serta pemerintah agar dapat terhindar dari dampak negatif akan timbulnya pengelolaan sampah dan sampah yang dihasilkan.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda para pembaca. Terima kasih.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Waste4Change Sebarkan Semangat Bijak Kelola Sampah 2021-Muhammad Taufan"

Sumber data, gambar, dan video:

  1. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/11/01/komposisi-sampah-di-indonesia-didominasi-sampah-organik
  2. https://egsa.geo.ugm.ac.id/2019/10/19/sejauh-manakah-inovasi-pengelolaan-sampah-di-indonesia/#:~:text=Sebagian%20besar%20pengelolaan%20sampah%20TPA,ulang%20meskipun%20tidak%20banyak%20digunakan.&text=Pengelolaan%20sampah%20pada%20PLTSa%20juga%20harus%20berwawasan%20lingkungan%20dan%20berkelanjutan
  3. https://Waste4Change.com/official/service/3r-school-program
  4. https://Waste4Change.com/sendyourwaste/
  5. https://youtu.be/4ExqoNCyNbc
  6. https://youtu.be/oRD576oYol8

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pengolaan Sampah Agar Kehidupan Menjadi Lebih Baik "

Posting Komentar